ALHIKAM 29 : GODAAN DALAM BERDOA
طلبك منه اتـهام له و طاـبك له غـيبة عـنه مـنك و طلبك لغيره لقـلة حيـائك مـنه و طلبك من غيره لـوجـود بـعـدك عـنـه
“Thalabuka minhu ittihamun lahu, wa thalabuka lahu ghaibatun ‘anhu minka, wa thalabuka lighairihi li qillati hayaika minhu, wa thalabuka min ghairihi li wujudi bu’dika ‘anhu “
“ Permintaanmu daripada Allah, dapat menjadi kurang percaya kepadaNya, sehingga menuduh Allah dengan tuduhan tertentu. Permintaanmu kepadaNyajuga jangan sampai membuat engkau tidak melihat keberadaanNya, Permintaan kepada selainNya berarti sedikitnya malu anda terhadapNya, dan Permintaanmu daripada selainNya adalah karena jauhnya anda daripadaNya “.
Konsep berdoa bagi seorang muslim.
Seorang hamba harius meyakini bahwasanya Allah subhana wa taala itu Maha Mengetahui segala keadaan hambaNya, sebagaimana dinyakatakan dalam alQuran : “ Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan Kami mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya dan Kami lebih dekat kepadaNya daripada urat nadi lehernya sendiri “ ( QS. Qaaf : 16 ). Dalam ayat lain disebutkan : “ Dan Kami lebih dekat kepada orang itu daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat “ ( QS. Waqiah : 85 ), Dari ayat ini kita yakin bahwa Allah mengetahui segala keadaan seorang hamba, apakah hamba itu dalam kesulitan, dalam kesusahan, dan lain sebagainya. Tetapi keyakinan bahwa Allah mengetahui segala hambanya, segala kesusahannya tersebut harus diikuti dengan kesungguhna dalam mberdoa kepadaNya, sebab Allah juga memerintahkan hambaNya untuk berdoa : “ Mintalah kepadaKu niscaya Aku akan mengabulkan permintaanmu “ ( QS. Ghafir/60 : 40 ). “ Dan Allah memiliki nama-nama yang baik, maka memintalah dengan menyebut nama-nama yang baik tersebut “ ( QS. Araf/7 : 180 ). “ Dan apabila hambaKu meminta kepadaKu maka sesungguhnya Aku sangat dekat kepadanya dan Aku akan menjawab permintaannya “ ( QS.AlBaqarah : 186 ).Dalam hadis juga disebutkan “ Doa itu adalah ibadah “ ( Hadis sahih riwayat Ibnu Majah, Tirmidzi dan Hakim ), ,alaham dalam hadis yang lain disebutkan “ Doa itu adalah inti daripada ibadah “ ( riwayat Tirmidzi ). “Mintalah kepada Allah untuk mendapatkan kemuliaanNya, maka sesungguhnya Allah itu sangat suka untuk diminta “ ( riwayat Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud ).
Godaan muslim dalam berdoa :
1.Permintaan dan doa seorang hamba kepada Allah jangan sampai menjadikan seseorang itu kurang percaya kepada Allah sehingga menuduh Allah dengan tuduhan yang tidak baik.
Doa dan permintaan seorang hamba merupakan ibadah dan tanda penghambaan diri kepada Allah tersebut jangan sampai membuat hati kita kurang percaya kepadaNya, sebagaimana yang dinyatakan oleh Ibnu Athaillah dengan kalimat “ Permintaanmu daripada Allah, dapat menjadi kurang percaya kepadaNya “. Oleh sebab itu dalam al Quran disebutkan : “ Berdoalah kepada Tuhan kamu dengan penuh rasa rendah diri dan takut sesungguhnya Dia tidak menyukai orang yang melampau “ ( QS.AlA’raf : 55 ). Dalam ayat ini dihubungkan antara meminta dan berdoa dengan jangan melampau. Artinya sewaktu engkau meminta kepada Allah jangan ada perasaan melampau seperti perasaan tidak percaya kepadaNya akibat doa yang telah dipanjatkan berkali-kali, dan lain sebagainya.
2. Permintaan kepada Allah juga jangan sampai membuat seseorang tidak melihat Allah (lupa kepada Allah sebagai tujuan hidup, disebabkan sibuk dengan sesuatu yang diminta ).
Jika seseorang meminta kepada Allah, dan permintaan itu telah dilakukan berkali-kali, sehingga dia lupa bahwa sebenarnya Allah telah menjawab permintaan tersebut dengan sesuatu yang tidak diketahuinya maka artinya seseorang itu telah melupakan Allah dalam permintaannya sebab perhatiannya hanya sibuk untuk mendapatkan apa yang diminta. Padahal bagi seorang muslim harus meyakini bahwa Tuhan Maha Mengetahui, dan Dia Maha Menjawab segala permintaan hambaNya, sebagaimana yang dinyatakan dalam ayat-ayat al Quran diatas. Jika permintaan itu –menurut si peminta-belum terjawab, maka sesunguhnya Allah telah memberikan jawaban atas doanya dengan cara yang lain sebagaimana dinyatakan dalam sebuah hadis : “ Apabila seorang hamba berdoa maka Allah pasti menjawabnya dengan salah satu cara : Dosa yang diampunkan, kebaikan yang disegerakan kepadanya, atau kebaikan yang disimpan kepadanya “ ( riwayat Dailami ) Malahan dalam riwayat lain disebutkan : “ Akan disegerakan permintaannya, atau disimpan untuk akhiratnya, atau dihindarkan daripada bencana “ (riwayat Bukhari, Muslim dan Ahmad ).
3. Permintaan kepada selain Nya itu tanda sedikitnya malu engkau kepadaNya.
Sewaktu kita berdoa, walaupun kita memohon sesuatu kepadaNya, tetapi jangan sampai sesuatu yang kita minta itu menjadi tujuan hidup kita, sebab tujuan hidup seorang mukmin hanya mencari keridhaan Allah. Sebagai contoh seseorang yang berdoa ingin mendapatkan kekayaan hidup di dunia, maka seseorang itu jangan menyangka bahwa kekayaan itulah satu-satunya tujuan hidupnya dan tujuan akhir bagi kehidupannya. Tujuan akhir hidup seorang muslim adalah Allah, sedangkan kekayaan yang diminta tadi hanya merupakan jalan menuju Allah, untuk mendekatkan diri kepadaNya. Jika kita menjadikan tujuan hiduo itu apa yang kita minta, itu berarti kita tidak malu dengan Allah sebab kita meminta kekayaan kepadaNya, tetapi sewaktu kita mendapatkan kekayaan , kita lupa kepadaNya, seakan-akan kita lupa bahwa kekayaan yang kita minta itu bukan daripadaNya, karena kita menyangka kekayaan itu adalah hasil kerja kita sendiri. Jika demikian, maka orang yang meminta itu tidak malu dengan Allah.
4. Permintaanmu kepada selainNya disebabkan karena engkau telah jauh daripadaNya.
Jika seseorang meminta kekayaan kepada Allah, dan Dia mengabulkan kekayaan tersebut kepada hamba yang meminta, tetapi sebab si peminta tadi merasa bahwa tujuan hidupnya adalah memiliki kekayaan bukan memakai kekayaan itu untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, maka sebenarnya hamba yang meknta tadi dengan kekayaan tersebut telah bertambah jauh daripada Tuhan. Padahal sewaktu dia meminta dan berdoa kepada Tuhan untuk mendpatkan kekayan, maka maksud hati agar dengan kekayaan itu nanti dia bertambah dekat kepada uhan, tetapi disebabkan kekayaan itu telah diterimanya, maka dia lupa dengan tujuan pertama, yaitu memakai harta kekayaan untuk mendekatkan diri kepadaNya. Perubahan itu terjadi disebabkan kekayaan yang seharusnya menjadi alat dan media untuk mendekatkan diri kepadaNya berubah menjadi tujuan hidupnya. Akibat perubahan tujuan hidup itulah akhirnya nikmat kekayaan itu menjadi alat untuk menjauhkankan dirinya daripada Tuhan sehingga akhirnya kekayaan yang sepatutnya menjadi modal untuk akhirat berubah menjadi penyebab dirinya mendapat siksa di akhirat. Inilah yang disebut dengan “istidraj” ( QS.Araf/7:182;QS.Qalam/68:44). Istidraj yaitu pemberian daripada Allah yang mengakibatkan seseorang itu bertambah jauh daripada Allah. Hal ini terjadi sebab sewaktu seorang hamba meminta sesuatu kepada Allah dia sadar bahwa Allah sebagai Tuhan Yang Menentukan segala sesuatu, tetapi sewaktu dia mendapatkan apa yang diminta, dia lupa bahwa sesuatu yang diminta itu merupakan ujian kepada dirinya apakah dengan mendapatkan sesuatu tersebut dia dapat menjalankan perintahNya, dapat lebih dekat kepadaNya atau disebabkan kesibukan dengan apa yang didapat tersebut membuat dia jauh daripadaNya. Jika dia tetap taat kepada Allah dan dapat menjadikan dirinya lebih dekat kepada Allah dengan mendapatkan kekayaan atau sesuatu yang dimintanya tersebut, maka dia lulus ujian atas nikmat yang diterima, tetapi jika dia melupakan Tuhan, lalai dengan perintahNya dikarenakan sibik dengan apa yang didapat, maka dia telah gagal dalam ujian tersebut, sehingga nikmat te=adi berubah menjadi “istidraj” kepadanya. Itulah sebabnya Ibnu Athaillah berkata : Jika permintaanmu itu daripada selain Allah ( engkau disibukkan kepada selain Allah ) maka sesungguhnya engkau telah dijauhkan (dengan apa yang engkau minta itu ) daripada Allah. Wallahu A’lam ( Muhammad Arifin Ismail / Pengajian Ummahatul Muslimah / Kuala Lumpur, Jumat 10/6/20011)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s