TETAP PADA APA YANG TELAH DITENTUKAN ALLAH
________________________________________

ALHIKAM 27 : JANGAN MEMINTA KEPADA ALLAH S.W.T. SUPAYA DIPINDAHKAN DARI SATU HAL KEPADA HAL YANG LAIN, SEBAB JIKA ALLAH MENGKEHENDAKINYA MAKA DIA DAPAT MEMBERIKAN APA YANG KAMU INGINKAN TANPA MENGELUARKAN KAMU DARI KEADAAN SEMULA.

Maksud dari kalimat diatas adalah jika seseorang kamu telah ditetapkan Allah swt dengan ketentuanNya sebagai seorang pedagang, pegawai, petani, dan lain sebagainya pada suatu waktu tertentu, maka janganlah engkau mengharapkan pada waktu itu untuk menjadi seorang yang lain daripada itu, agar kamu dapat memusatkan perhatian pada pekerjaan yang telah Allah tetapkan dan tentukan kepadamu pada waktu itu. Tetapi laksanakanlah pekerjaan tersebut dengan keyakinan bahwa ketentuan Allah meletakkan kamu pada pekerjaan dan situasi tertentu tersebut merupakan ujian dari Allah untuk melihat bagaimana kamu melakukan pekerjaan tersebut dengan sunguh-sungguh, sebab pekerjaan itu merupakan nikmat yang telah Allah tentukan pada waktu itu, dan lakukanlah pekerjaan tersebut dengan penuh istiqamah, sehingga pekerjaan tersebut merupakan jalan untuk mendekatkan diri kepadaNya.Kita dianjurkan demikian sebab ada tiga perkara yang harus kita perhatikan dalam persoalan tersebut :

1. Hendaklah kita bertawakkal kepada ketentuan Allah yang telah menentukan kita dalam keadaan dan posisi tertentu tersebut. Dengan demikian, hati kita akan tenang dan pikiran kita tidak terpengaruh ingin mencapai sesuatu yang belum Allah tentukan. Kita tawakkal dan yakin bahwa pekerjaan tersebut merupakan amanah Allah yang diberikan kepada kita dan kita yakin bahwa ada hikmah dan pelajaran yang terbak di balik pekerjaan tersebut, sama ada hikmah itu kita ketahui atau tidak kita ketahui. Kita meyakini bahwa apa saja yang ditentukan Allah adalah sesuatu yang terbaik untuk kita walaupun hal itu kita tidak menyukainya. Dalam AlQuran dinyatakan bahwa “ Kadang-kadang sesuatu yang tidak kamu suka itu lebih baik buat kamu dan kadang-kadang apa yang kamu suka itu tidak baik untuk kamu, sebab Allah yang lebih mengetahuin sedangkan kamu tidak menengetahui “ ( QS.Albaqarah : 216) “ Kadang-kadang pada sesuatu yang kamu benci itu terdapat kebaikan yang banyak “ ( QS.AnNisa : 19 ). Sebab segala sesuatu yang dijadikan dan ditentukan Allah ada maksud, bukan main-main tanpa maksud dan tujuan yang baik ( QS.Alanbiya/21 : 16 , QS.Dukhan/44 : 38).

2. Sebab kita yakin bahwa pekerjaan tersebut merupakan amanah dan karunia Allah yang ditentukan kepada kita dan itu juga merupakan ujian ( QS.AlAnbiya/21 : 35 ) apakah kita dapat menjalankan amanah pekerjaan dengan baik atau tidak, maka kita harus melaksanakan tugas dan kewajiban yang berkaitan dengan pekerjaan tersebut dengan sebaik-baiknya ( QS. AlKahfi : 7 ; QS.AlMulk: 2 ). Hal yang paling utama adalah bagaimana kita dapat melakukan pekerjaan tersebut dengan niat ibadah kepada Allah, dengan berpedoman kepada ketentuanNya sehingga dengan pekerjaan tersebut kita mendapat keridhaan Allah.

3. Oleh sebab itu kita harus istiqamah, tetap bekerja dengan penuh kesungguhan pada amanah pekerjaan tersebut dan jangan terpengaruh oleh bisikan-bisikan suara hati yang mengatakan “ kalau lah saya dapat pekerjaan yang lain “, sehingga hati kita menginginkan pekerjaan yang lain, dan berakibat kurangnya perhatian dan kesungguhan dalam melaksanakan amanah pekerjaan yang telah ditentukan Allah kepada kita. Bisikan, godaan dan pemikiran mencari pekerjaan yang lain itu akan mengakibatkan kita tidak istimaha, tidak bersungguh-sungguh, sehingga kita telah mengkhianati amanah pekerjaan yang telah Allah tentukan, padahal pekerjaan itu merupakan ujian Allah kepada kita.

4. Jika seandainya Allah menginginkan agar kita berpindah dari pekerjaan tersebut, sangat mudah sebab Dia Maha Kuasa, dan Dia menentukan segala sesuatu, tetapi Dia mementukan kita untuk berada dalam posisi pekerjaaan kita untuk melihat apakah kita mampu menjalankan pekerjaan seperti itu dengan sunguh-sungguh dan amanah. Diberikan pekerjaan itu kepada kita hanya untuk memberikan ujian dan penilaian atas kehidupan kita apakah kita lulus menjadi hambaNya atau tidak.

5. Istiqamah dan kesungguhan kita dalam melaksanakan suatu pekerjaan yang telah ditentukan Allah kepada kita bukan berarti kita tidak boleh berusaha, dan mencari pekerjaan yang lain, sebab Allah tidak merubah keadaan suatu kaum selama kaum itu tidak berusaha untuk merubah dirinya sendiri ( QS.AlAnfal/8:53 ; QS.Ra’d/13 : 11 ) tetapi keinginan perubahan tersebut bukan karena tidak percaya atau kurang yakin dengan ketentuan Allah tetapi mencari sebab untuk lebih meningkatkan ibadah kepadaNya. Maksudnya keinginan perubahan adalah untuk meningkatkan amal saleh dan amal ibadah bukan dikarenakan kurang yakin dengan ketentuan Allah.

6. Kita yakin bahwa jika kita bertawakkal kepada ketentuan Allah, dan kita menjalani apa yang ditentukan dengan ikhlas, amanah dan penuh kesungguhan, maka Allah akan memudahkan dan memberikan kepada kita apa yang kita inginkan, tanpa kita terlepas dari perbuatan tersebut, sebab pemberian Allah atas apa yang kita inginkan merupakan hasil dari keikhlasan, dan kesungguhan kita.” Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, maka Dia akan memberikan kepadamu jalan keluar dari persoalan hidup yang kamu hadapi dan memberikan kepadamu rezki yang kamu tidak sangka-sangka “ ( QS.Thalaq/65 : 3 ) “ Jika penduduk suatu negeri itu beriman dan bertaqwa maka akan Kami bukakan kepada mereka pintu keberkatan dari langit dan bumi “ ( QS. AlA’raf /7 : 96 ).

7. Jika apa yang kita kerjakan itu tidak sesuai dengan ajaran Islam, maka kita wajib keluar dari pekerjaan tersebut, dengan memina kepadaNya agar kita ditempatkan pada posisi yang baik sesuai dengan ajaranNya. Sebab itu seorang sufi mengatakan : “Jika engkau berada dalam pekerjaan yang bertentangan dengan syariat agama, maka potonglah dengan pedang kemauan yang kuat seluruh dinding yang menghambatnya “. Wallahu A’lam. ( Muhammad Arifin Ismail, Pengajian UM, Jum’at, 13Mei 2011)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s