ALHIKAM 16-24 : ALAM SEBAGAI DALIL ADANYA ALLAH

Alam dan makhluk merupakan bukti kekuasaan Allah, dan adanya makhluk menjadi bukti keberadaan Allah, sebab tanpa adanya Tuhan Yang Mencipta dan Mengatur , maka alam semesta tidak akan ada, sebab wajib bagi akal menyatakan bahwa setiap yang dijadikan pasti berhajat kepada yang menjadikan. Oleh karena itu alam tidak dapat menutupi adanya Tuhan sebab sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Athaillah :

ALHIKAM 16 : BAGAIMANA DAPAT DIBAYANGKAN BAHWA ALLAH S.W.T DAPAT DIHIJAB OLEH SESUATU PADAHAL DIA YANG MENZAHIRKAN(MENAMPAKKAN) SEGALA SESUATU.

Allah adalah Tuhan yang menampakkan segala sesuatu, maka sesuatu yang tidak mungkin jika Dia tidak dapat dilihat, sedangkan Dia yang menamppakn sesuatu untuk dilihat. Dalam alQuran dinyatakan bahwa ; “ Kami akan memperlihatkan kepada mereka bukti-bukti kekuasaan Kami di segenap penjuru alam ini dan dari dalam diri mereka sendiri, sehingga jelas bagi mereka bahwasanya itu adalah benar “ ( QS.Fushilat : 53 ). Kekuasan Allah akan terlihat jelas dengan penciptaan alam semesta, hanya Dzat Allah tidak dapat terlihat di dunia, sebab jika Dzat Allah dapat dilihat maka hal itu akan menjadikan seseorang syirik kepadaNya, atau menjadikan Tuhan dapat digambarkan dan dibayangkan, padahal Dzat Tuhan tidak dapat digambarkan dan dibayangkan oleh akal pikiran manusia. Oleh sebab itu dalam sebuah hadis dinyatakan : Pikirkanlah tentang kekuasaan Tuhan, dan jangan pikirkan tentang Dzat Tuhan, sebab kalian tidak akan mampu memikirkannya “.

ALHIKAM 17: BAGAIMANA MUNGKIN AKAN DIHIJAB OLEH SESUATU PADAHAL DIA YANG TAMPAK ZAHIR PADA SEGALA SESUATU.

Setiap kita melihat alam, akan terlihat bagaimana alam tersebut dapat tercipta dengan segala kebesaran Tuhan. Keindahan ciptaan alam, keteraturan alam, ekosistem yang telah dijalankan terhadap alam, itu semua membuktikan kekuasaan dan kebesaran Allah dengan segala asma dan sifatNya. Oleh sebab itu tidak mungkin jika seseorang memperhatikan alam, sedangkan dia tidak dapat meyakini kebesaran Tuhan.Dalam alQuran dinyatakan : ” Kamu sekali-kali tidak dapat melihat dalam ciptaan Tuhan sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang kali,adakah sesuatu yang tidak seimbang?Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dan kamu tidak akan menemukan sesuatu yang cacat dan penglihatanmu dalam keadaan payah “ ( QS. Mulk : 3-4).

ALHIKAM 18: BAGAIMANA AKAN MUNGKIN DIHIJAB OLEH SESUATU PADAHAL DIA YANG TERLIHAT DALAM TIAP SESUATU.

Bagi orang yang beriman, setiap memandang kepada alam , maka dia akan teringat Dzat Allah yang menciptakan alam, juga teringat perintah Allah yang harus dilakukannya, dan teringat larangan Allah atas segala kehidupan, sebab tidak ada sesuatu gerak dalam alam, kecuali dengan kekuasaan Allah, dan tugas manusia adalah mengelola alam sesuatu dengan perintah Allah. Hal ini dapat dipahami sebab Allah ( kekuasaan Allah ) tersebut dzahir (terlihat ) pada segala sesuatu daripada alam.

ALHIKAM 19 : BAGAIMANA AKAN DAPAT DITUTUP OLEH SESUATU PADAHAL DIA YANG TAMPAK PADA TIAP SEGALA SESUATU. BAGAIMANA DAPAT DIBAYANGKAN BAHWA ALLAH DIHIJAB OLEH PADAHAL DIA YANG ADA ZAHIR SEBELUM ADA SESUATU.

Allah Taala telah ada sebelum segala sesuatu, oleh sebab itu jika kita melihat alam semesta, maka kita harus meyakini bahwa Allah sudah ada sebelum alam semesta, dan Allah tetap ada setelah kehancuran alam semesta. Sebab Tuhan wajib ada sebelum segala sesuatu, dan wajib kekal setelah segala sesuatu. Dalam alQuran dinyatakan : “ Dialah Yang Awal dan Dialah Yang Akhir, Dia Yang Dhahir dan Dia Yang Bathin “ (QS.Hadid/57:3 ) “ Segala sesuatu akan hancur melainkan wajah Allah “ (QS.AQashah/28:88).

ALHIKAM 20 : BAGAIMANA MUNGKIN DIHIJAB OLEH SESUATU PADAHAL DIA YANG LEBIH JELAS(TAMPAK) DARI SEGALA SESUATU.
Jika seseorang beriman melihat kepada keindahan ciptaan alam semesta, maka sepatutnya sebelum dia memikirkan keindahan ciptaan alam tersebut, maka dia harus meyakini bahwa keindahan itu diciptakan oleh Tuhan Yang Mulia, sebab tanpa adanya Dzat tersebut maka tidak mungkin ada keindahan dalam alam tersebut. Oleh sebab itu Ibnu Athaillah mengatakan bahwa kekuasaan Tuhan harus lebih jelas dahulu diyakini tehadap alam sebelum seseorang itu mempergunakan alam yang ada di hadapannya. Itulah sebabnya dalam alQuran sangat sekali banyak ayat-ayat yang menyuruh kita berpikir tentang kekuasaan Allah dalam melihat segala sesuatu : “ Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana unta diciptakan, bagaimana langit ditinggikan, bagaimana bumi dihamparkan “ ( QS.AlGhasyiah/88:17-19).

ALHIKAM 21 : BAGAIMANA MUNGKIN AKAN DIHIJAB OLEH SESUATU PADAHAL DIA YANG ESA(TUNGGAL), TIDAK ADA DI SAMPING-NYA SESUATU APA PUN.

Adanya alam semesta merupakan bukti bahwa Allah itu esa, sebab jika Tuhan itu dua atau berbilang, maka ala mini tidak akan pernah ada, sebab antara Tuhan akan saling bertengkar dan bersaing. Hal ini dinyatakan dalam al Quran : “ Jika di dalam penciptaan keduanya (langit dan bumi ) ada selain Tuhan maka langit dan bumi itu akan hancur “ ( QS. AlAnbiya/21 : 22).

ALHIKAM 22 : BAGAIMANA AKAN DAPAT DIHIJAB OLEH SESUATU PADAHAL DIA YANG LEBIH DEKAT KEPADA KAMU DARI SEGALA SESUATU.

Seorang yang beriman harus meyakini bahwa Allah itu sangat dekat dengan dirinya sendiri, sebab Allah Maha Kuasa dan Maha Mengetahui, Dia Yang Medengar dan Melihat segala sesuatu dalam alam semesta yang berada di bawah kekuasaanNya. Dalam al Quran dinyatakan : “ Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan Kami mengethui apa yang dibisikkan oleh hatinya. Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya “ ( QS. Qaaf : 16 ).

ALHIKAM 23 : BAGAIMANA MUNGKIN AKAN DIHIJAB OLEH SESUATU, ANDAINYA TIDAK ADA ALLAH S.W.T NESCAYA TIDAK ADA SEGALA SESUATU.

Alam semesta ini semua merupakan makhluk ciptaan Allah. Oleh sebab itu jika Tuhan tidak ada maka ala mini semua tidak akan pernah ada, sebab tidak mungkin ala mini terjadi tanpa ada yang menjadikan. “Katakanlah : Allah yang menciptakan segala sesuatu, Dialah Yang Esa dan Dia yang Maha Perkasa ( QS.Ra’d/13:16) “ Apakah ada pencipta selain Allah “ ( QS.Fathir/35:3)

ALHIKAM 24 : ALANGKAH AJAIBNYA BAGAIMANA NAMPAK WUJUD DI DALAM ‘ADAM (YANG TIDAK WUJUD), ATAU BAGAIMANA DAPAT BERTAHAN SESUATU YANG ROSAK BINASA ITU DI SAMPING ZAT YANG BERSIFAT KEKAL.

Oleh sebab itu Ibnu Athaillah menyatakan bahwa bagaimana mungkin seseorang itu Nampak dan meyakini bahwa alam itu ada (wujud) tetapi dia tidak nampak dan meyakini adanya tuhan, sebagaimana yang diyakini oleh orang kafir dan atheis, padahal wujud alam itu bersifat sementara dan tidak kekal karena wujud alam tersebut bergantung dengan wujud Allah , dan Allah mempunyai kekusaan yang mutlak untuk meneruskan wujudnya atau menghancurkannya.
Sepatutnya seorang yang beriman dengan nampaknya alam maka akan terlihat bagi dia bukti-bukti kekuasaan Allah, dan dia meyakini bahwa ala mini suatu saat akan hancur, dan binasa. Inilah sikap ulul albab yang selalu berzikir (mengingat ) kekuasaan Allah setelah berpikir tentang keagungan ciptaanNya sebagaimana dinyatakan dalam al Quran : “ (Orang ulul albab) adalah orang yang selalu mengingat Allah baik dalam keadaan berdiri, duduk dan berbaring dan memikirkan kejadian langit dan bumi, sehingga mereka berkata : Ya Tuhan Kami, semua yang Engkau ciptakan ini akan binasa Maha suci Engkau dan jauhkanlah kami daripada siksa api neraka “ ( Qs. Ali Imran : 191). Wallahu A’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s