DI ANTARA BUKTI YANG MENUNJUKKAN ADANYA KEPERKASAAN ALLAH S.W.T ADALAH ADANYA SESUATU (ALAM) YANG DAPAT MENGHIJAB ENGKAU DARIPADA MELIHAT KEKUASAANNYA PADAHAL HAKIKAT HIJAB ITU TIDAK ADA KECUALI DENGAN ADANYA ALLAH YANG MENJADIKANNYA

PENJELASANAN:
Alam dan semua makhluk di atas dunia ini merupakan bukti daripada kekuasaan Allah Subhana wa Taala, sebab adanya makhluk tersebut disebabkan adanya pencipta, dan pencipta makhluk itu adalah Allah Taala, Tuhan Yang Maha Mencipta.
Setelah tercipta alam semesta, maka kita dapat melihat bahwa alam semesta, dan semua makhluk tersebut diatur, dipelihara, dan tidak mungkin terciptanya keteraturan, dan berfungsinya alam tersebut tanpa ada yang mengatur dan memeliharanya. Oleh itu keteraturan alam semesta, matahari dapat berputar mengelilingi bumi, adanya keteraturan ekosistem itu membuktikan adanya Tuhan Yang maha Mengatur alam selurunya , yaitu Allah Rabbul Alaminn.
Oleh sebab itu, jika seseorang melihat alam semesta, memperhatikan segala makhluk yang ada di sekelilingnya, baik itu benda mati, tumbuh-tumbuhan, alam binatang, segala yang bergeratk di sekelilingnya, maka sepatutnya itu semua dapat memberikan kepada kesan dan pelajaran bahwa itu semua merupakan tanda dan bukti adanya Allah, adanya Tuhan yang mengatur sekalian alam.
JIka seseorang melihat alam di sekitarnya, dan dia tidak sampai kepada kesimpulan bahwaalam itu merupakan bukti adanya Tuhan, berarti pandangan orang tersebut telah terhijab (terdinding ) oleh alam itu sendiri. Seharusnya dengan memandang alam, seseorang dapat melihat kekuasaan Tuhan, tetapi karena terpesona oleh keindahan alam, sehingga alam itu menutupi dirinya daripada Pencipta alam itu sendiri.
Padahal alam itu ada disebabkan oleh Tuhan, tetapi sangat disayangkan jika seseorang melihat alam sedangkan dia tidak meyakini adanya Tuhan, sehingga alam itu menjadui hijab bagi dirinya dalam memandang Tuhan.
Ibnu Athaillah memberikan perumpamaan antara Tuhan dan makhlukNya, bagaikan benda dengan bayangannya. Bayangan adalah alam, dan semua makhluk, sedangkan benda itu adalah Tuhan se pencipta makhluk. Bayangan itu ada disebabkan oleh adanya benda, dan dengan demikian, hakikat yang ada adalah benda, karena jika benda itu tidak ada, maka bayanganpun tidak ada.
Dalam hubungan antara alam dan Tuhan terdapat empat jenis pandangan manusia :
1. Pandangan Iman, menyatakan bahwa alam itu merupakan bukti kekuasaan Tuhan, sehingga alam merupakan tanda kekuasaan Allah, dan semua sistem alam merupakan bukti kehebatan dan keperkasaan Allah, sebab tidak ada sesuatu yang terjadi di dalam sistem amal kecuali dengan takdir dan kekuasaan Allah.
2. Pandangan orang atheis, menyatakan bahwa alam itu berproses dengan sendirinya tanpa ada yang menjadikan, sebab alam itu ada, berproses, dan berakhir dengan sendirinya. Pandangan ini adalah tidak dapat masuk di akal, sebab mustahil bagi akal bahwa sesuatu terjadi tanpa ada yang menjadikan.
3. Pandangan secular, dimana alam diciptakan oleh Tuhan, tetapi setelah itu Tuhan tidak mempunyai kuasa apapun terhadap alam, sebab alam telah berjalan dengan fungsinya sendiri sehingga seluruh kegiatan ekossistem dalam alam terjadi disebabkan oleh alam itu sendiri, dan Tuhan setelah menjadikan alam, maka Dia tidak ikut campur dalam urusan alam. Tuhan berarti hanya dapat menciptakan, tetapi Dia tidak berkuasa dalam menentukan segala kejadian, bebarrti ini melemahkan fungsi Tuhan.
4. Pandagan syirik, dimana alam adalah ciptan Tuhan dan penjelmaan kuasa Tuhan, sehingga dalam alam terdapat sifat-sifat Tuhan, kuasa Tuhan, dan Dzat Tuhan. Oleh sebab itu alam dapat merupakan symbol Tuhan atau memnpunyai kekuatan seperti kekuatan Tuhan, sehingga tiap benda alam mempunyai kekuatan Tuhan. Ini adalah syirik, sebab memberikan kekuatan Tuhan kepada alam, sebagaimna dipahami dalam ajaran Aninisma dan Dinamisma. Ini juga terdapat dalam ajaran Wihdatul Wujud kelompok tasauf, dimana mereka melihat alam sama dengan melihat Allah di dalam alam, dan ini merupakan perbuatan syirik kepada Allah.
Pandangan seorang muslim terhadap alam adalah pandangan Iman, bukan pandangan atheris, juga bukan pandangan sekularisme, dan juga tidak dalam pandangan syirik, penyatuan alam dengan Tuhan. Seorang muslim meletakkan Tuhan pada fungsinya, dan alam pada fungsinya. Tuhan sebagai Pencipta dengan segala kebesaranNYa, dan alam dengan sifatnya sebagai makhluk, bukti kekuasaan Tuhan. Dengan demikian, seorang muslim melihat alam adalah tanda kekuasaan Tuhan, dan akan mempergunakan alam sebagai amanah Tuhan kepadanya sebagai khlifah Allah di muka bumi. Bertambah lama kita melihat alam, bertambah kuat iman kita kepada Allah, dan bertambah besar rasa tanggungjawab kita atas amanah Allah yang telah memberikan alam sebagai sarana untuk beribadah kepadaNya. Jangan sampai kita terjebak oleh pandangan syirik, secular, dan atheis, dimana alam menjadi Tuhan, atau disibukkan oleh alam sehingga kita lupa kepada Tuhan., sehingga alam, kekayaan, kekuasaan, harta benda, pangkat dan kedudukan yang sepatutnya menjadi penunjuk adanya kekuasaan Tuhan, sehingga menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepadaNya malahan kalau salah melihat dapat menjadi hijab yang menghalangi kita dari mendekatkan diri kepadaNya. Bagaimana mungkin alam, harta, keluarga, kesenangan hidup dapat menjadi hijkab dan menghalangi diri kita daripada Allah, padahal tanpa Dia kita tidak akan dapat memiliki dan menikmatinya, malahan tanpa Tuhan, diri kitapun tidak ada sebenarnya. Wallahu A’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s