“ hai ahli kitab mengapa kamu samarkan antara yang benar dengan yang bathil dan kamu sembunyikan kebenaran sedang kamu mengetahui “ ( Surah Ali Imran : 71 ),

Seakan-akan sudah menjadi suatu kesepakatan bahwa tanggal dua puluh lima desember adalah hari Natal. Natal bermakna kelahiran, sehingga yang dimaksudkan dengan Hari natal adalah hari kelahiran Yesus.? Jika kita telusuri kajian sejarah, maka disana dapat terlihat bahwa hari kelahiran Yesus tersebut masih diragukan keabsahannya. Ustadz Muhamad Arsyad Thalib dalam bukunya Islam dan Kristen berkata : “ Kaum Kristen merayakan hari kelahiran Yesus ( hari natal ) pada dua puluh lima desember. Sebenarnya tahun dan tanggal kelahiran Yesus tidak dapat diketahui dengan pasti. Tanggal dua puluh lima desember bukan tanggal kelahiran Yesus, tetapi tanggal kelahiran dewa matahari. Demikian juga tahun kelahiran Yesus tidak tepat pada tahun pertama dari tahun Masehi “. ( Islam dan Kristen, hal. 94). Pernyataan beliau tersebut berdasarkan pada beberapa tulisan dari tokoh dan penulis dari kalangan umat nasrani sendiri.

Seorang penulis M.E.Duyverman dalam buku “ Pembimbing ke dalam Perjanjian Baru “ dihalaman 10 menulis bahwa : “ sangat mungkin kelahiranNya jatuh pada tahun ke-enam atau ketujuh sebelum masehi “. Selanjutnya B.J.Boland dalam buku “ terjadilah di Betlehem “ halaman 8 – 9 menyatakan : “ Tahun kelahiran Yesus itu tidak dapat ditentukan pasti, mungkin sekali antara tahun delapan atau enam sebelum tarikh Masehi. Tanggalnya yang tepatpun sama sekali tidak diketahui. Tanggal yang telah lazim yakni dua puluh lima desember, hingga kinipun tak dapat dipastikan kebenarannya ( mungkin sekali tanggal itu diterima dan disetujui sebagai poengganti suatu perayaan bukan Kristen ). Sebenarnya ketidak pastian itu juga tidak mengherankan, sebab dalam gereja Kristen zaman dahulu tanggal dan kelahiran Yesus itu tidak dianggap penting. Hari raya yang terbesar adalah Paskah, bukan Natal. Natal itu baru dirayakan di jemaat Roma sejak tahun 354 ( mungkin juga sejak tahun 335 ) di Konstantinopel sejak 376, di Antiochia sejak tahun 388 “.

Prof.Dr.I.H.Enklar dalam buku “ Sejarah Gereja Ringkas “ halaman 20 menulis “ Masa raya kelahiran ( hari natal ) pada tanggal 25 Desember berasal dari Roma pada abad ke IV, masa raya ini menjadi pengganti pesta kafir, yang dirayakan pada pertengahan musim dingin karena pada saat itu matahari mulai bersinar kian hari kian lama dan kian panas “. Selanjutnya dalam buku “ The Sources of Cristianity “ halaman 24 disebutkan bahwa : “ Dean Farrar dalam tulisannya “ Riwayat Perjalanan Yesus “ sudah menerangkan dengan pasti bahwa tidak ada bukti yang nyata yang membenarkan hari lahir Yesus pada dua puluh lima desember. Bibel tidak mengatakan apa=apa akan hal itu kecuali sedikit keterangan yaitu : “ Maka dalam jajahan negeri itu (Betehem) juga adalah beberapa orang gembala yang tinggal di padang menunggui kawan-kawan kambingnya pada malam “ ( Lukas 2 : 8 ). Kalau pada waktu itu Yesus dilahirkan, yaitu pada suatu malam ketika itu di padang terdapat beberapa orang gembala dengan kambingnya yang tinggal disitu pada waktu malam, maka tanggal duapuluh lima desember itu susahlah akan diterima sebagai hari kelahiran Yesus. Sebab dalam bulan desember tangal 25 itu di tanah Yudea musim hujan yang teramat hebat sehingga tiadalah seorang gembalapun dapat tinggal di padang Betelhem dengan kambingnya pada waktu malam. Menurut Usener, mula-mula orang merayakan hari kelahiran Yesus pada tanggal 6 januari. Akhirnya perayaan itu ketika tahun 353 Masehi diganti oleh Paus Liberius dijatuhkan pada tanggal 25 Desember .
Akan tetapi sebelum abad yang ke-empat tahun Masehi tidak ada bekas-bekas tandanya orang merayakan hari kelahiran Yesus.. Memang sebelum tahun 534 Masehi Hari natal tidak termasuk bilangan hari yang dirayakan. Diantara Gereja Katholik sampai sekarang ini ada yang merayakan hari natal pada 7 januari tidak pada 25 desember sebagaimana gereja yang lain Sebenarnya baru ketika tahun 530 masehi orang menetapkan hari kelahiran Yesus. Pada waktu itu ditetapkan hari, bulan dan tahun lahir Yesus. Pekerjaan itu dilakukan oleh pendeta Dionzysius Exiguus. Dia yang menentukan hari, bulan dan tanggal yang sekarang dipakai dalam dunia nasrani. Dionzysius tidak menearngkan alasan apa sebabnya hari kelahiran Yesus ditetapkan pada tanggal 25 Desember. Akan tetapi, tanggal 25 Desember atau satu atau dua hari maju mundur dari hari itu ialah hari yang dianggap sebagai hari kelahiran beberapa macam dewa matahari. Menurut almanak Yulius hari itu adalah hari lahirnya dewa matahari, Mithra. Dewa mithra dilahirkan pada hari itu. Orisis ( dewa orang Mesir kuno ) dilahirkan pada 27 desember. Horus ( nama Dewa ) dilahirkan pada 28 desember. Dan Dewa Apollo dilahirkan pada hari itu juga. Nama-nama dewa tersebut diatas adalah nama – nama bagi Dewa matahari “. Demikian pernyataan tentang hari natal dalam buku “ Source of Christianity “.

Dr.Abinene dalam buku “ Ibadat Jamaat dalam abad pertama “ dalam sub judul Hari Raya natal halaman 63 menulis : “ Hari ini ( hari natal ) lama sekali tidak dirayakan oleh gereja. Sebabnya karena jemaat-jemaat pertama tidak suka merayakan hari ulang tahun. Itu adalah kebiasaan kafir. Dalam seluruh Perjanjian Baru tidak pernah kita membaca orang –orang Kristen yang merayakan hari ulang tahun mereka. Hanya orang-oarng kafier saja, seperti Herodes ( Matius 14 :6 ) yang berbuat demikian. Itulah yang antara lain menyebabkan bahwa sampai sekarang kita tidak tahu dengan pasti saat ( hari dan bulan ) manakah Yesus telah dilahirkan . Sungguhpun demikian lama kelamaan jemaat merayakan juga hari raya natal, mula-mula tanggal 6 januari, sebagaimana terjadi di Mesir dirayakan mulai sekitar abad ketiga, sedang di Gelilia dirayakan pada tanggal yang sama sejak tahun 360 Masehi dan di Spanyol mulai dirayakan sejak tahun 380 Masehi. Kemudian jemaat di Romawi pada akhir abad ke-empat merayakannya hari natal tersebut bukan pada tangal 6 januari tetapi pada tanggal yang lain yaitu 25 desember “.

Dari keterangan diatas dapat kita lihat bahwa keabsahan hari natal sendiri masih diragukan sebagai hari kelahiran Yesus, maka alangkah lucunya jika umat islam sendiri beranggapan bahwa hari itu sebagai hari kelahiran nabi isa, sebagaimana yang diuyngkapkan oleh mantan presiden Abdurrahman Wahid dalam pidato Perayaan Natal Bersama tanggal 27 Desember 1999 yang lalu : “ Banyak orang menyayangkan mengapa kita menyebutkan kata Yesus Kristus, padahal mereka tidak tahu bahwa kata yesus kristus dalam bahasa arabnya adalah Isa al masih yang disebutkan Al Quran .Karena itu bagi saya , peringatanNatal adalah peringatan kaum muslimin juga. Kalau kita konsekuen sebagai seorang muslim merayakan hari kelahiran nabi Muhammad maka adalah harus konsekuen merayakan malam natal “.

Alangkah naifnya pernyatan tersebut keluar dari tokoh umat islam, padahal kajian sejarah menyatakan bahwa hari natal itu bukanlah hari kelahiran Yesus, hanya sebuah tradisi perayaan dewa matahari yang kemudian dijadikan hari natal. Apalagi jika hari natal tersebut dihubungkan dengan kelahiran nabi Isa , sedangkan bagi keyakinan umat islam nabi isa bukanlah Yesus yang disalib, sebab nabi Isa diangkat oleh Allah, sedangkan Yesus berasal dari bahasa Ibrani “ Yoshua “ yang berarti “ Juru Selamat “ dan Kristus adalah terjemahan dari kata Ibrani “ messiah “ yang artinya diurapi. Yesus yang disalib menurut Injil Barnabas adalah Yudas Eskariot, bukan Isa Al Masih. Jika demikian, masihkah kita sebagai umat islam masih sibuk mengucapkan selamat natal ? Jika kita ucapkan hal tersebut maka kepada siapakah ucapan selamat itu sebenarnya kita ditujukan, apakah kepada nabi Isa, atau kepada Yesus, atau jangan-jangan kepada Mithra, sang Dewa matahari…? Tidakkah lebih baik kita merujuk kepada fatwa Majelis Ulama Indonesia tahun 1981 diketuai oleh Buya Hamka menyatakan bahwa “ mengikuti upacara natal bersama bagi umat islam hukumnya haram “. Fa’tabiru Ya Ulil Albaab!!

Kuala Lumpur 24 Desember ‏‏2003
Muhammad Atifin Ismail.

2 responses »

  1. Ahmad Azhari mengatakan:

    Kesesatan mereka sudah mendarah daging. Mereka adalah bagian dari rencana tatanan dunia baru. Dipersiapkan untuk menyambut turunnya dajjal. Teruslah berdakwah saudaraku. Teruslah pancarkan cahaya islam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s