Oleh : Muhammad Arifin Ismail

“ Kitab ini ( AlQuran) adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan keberkatan supaya mereka dapat memperhatikan ayat-ayatNya ( tadabbur ) sehingga dapat memjadi pelajaran bagi “ulul albab, mereka yang mempergunakan akalnya untuk memikirkan sesuatu dengan mendalam ( QS. Shaad/38 : 29 )

“ Maka Apakah mereka tidak mentadabbur ayat-ayat Al Quran ataukah hati mereka telah terkunci? ( QS. Muhammad/47 : 24 )

Makna Tadabbur.

Apa itu al Quran ? Al Quran adalah Kalam Allah., diturunkan kepada Rasulullah sebagai pedoman dan petunjuk manusia menjalani kehidupan.

Fungsi Al Quran : Petunjuk bagi menjalani kehidupan ( Hudan )

Tadabbur adalah perenungan yang menyeluruh yang menghubungkan kepada maksud sebuah ungkapan dan makna-makna yang mendalam ( Al Maidani, Qawaid Tadaburi Amsal likitabillah, hal.10)

DenganTadabbur maka seluruh isi Al Quran itu bisa memberikan pengaruh, memberikan kesan di setiap waktu dan kondisi apapun selama allah menghendaki hal tersebut. ( Khalid Abdul karim Lahim, Kunci tadabur Al Quran, hal.35).

Ibnu Taimiyah berkata : ” Barangsiapa yang tadabur al Quran untuk mendapatkan petunjuk dariNya maka jalan kebenaran akan menjadi jelas baginya ” ( Ibnu Taimiyah, Al Aqidah Wasithiyah, hal. 103 )

Al Qurthubi berkata : ” Apabila seorang hamba mendengarkan ayat-ayat Kitabullah dan sunnah Nabi dengan niat yang benar sesuai dengan yang diridhai oleh Allah, maka Allah akan memahamkannya sebagaimana lazimnya dan menjaduikan dalam hatinya cahaya ” ( Tafsir al Qurthubi, jilid 9, hal.176 ).

Oleh sebab itu menurut Ibnu Hubairah : ” Diantara tipu daya syetan adalah menjauhkan hamba-hamba Allah dari tadabur Al Quran, sebab hidayah itu ada ketika tadabbur Al Quran. ( Khalid Lahim, Kunci tadabur, hal.

Ibnu Qayim mengatakan : ” Apabila engkau mengambil manfaat dari Al Quran,maka kumpulkanlah hatimu ketika sedang membaca dan mendengarkan Al Quran. Julurkan pendengaranmu dan hadirkan hatimu seakan-akan engkaulah objek yang diajak bicara oleh Allah Taala. Sesungguhnya Dia mengajakmu bicara dengan perantara lisan RasulNya ” ( Ibnu Qayim, al fawaid, 1 ).

Ibnu Masud : ” Sesungguhnya al Quran itu adalah perjamuan Allah, makaa ambillah semampu kalian….sesungguhnya hati yang tidak ada sedikitp[un al Quran adalah hati yang rusak seperti rusaknya rumah yang tidak berpenghuni. ( Sunan darimi, 3173 ). Ibnu masud juga berkata : ” Sesungguhnya hati ini ibarat wadah, maka isilah ia dengan Al Quran dan jangan isi dengan yang lain ”.( Musnad Ibnu Hanbal 2/6655).

Menutup akal pikiran dari tadabur Al Quran dengan alasan tidak mengetahui tafsirannya dan mencukupkan diri hanya sekedarmembaca lafadz-lafadznya merupakan pintu-pintu syetan yang terdapat dalam diri seorang hamba untuk memalingkannya dari petunjuk. Oleh sebab itu, apabila engkau tidak memahami sebuah ayat maka segeralah mencari makna dan maksudnya, bukan menutup pikiranmu kemudian membaca tanpa tadabur, atau bahkan meninggalkan sama sekali bacaan al Quran tersebut ”. ( Khaled Lahim, Kunci Tadabur, hal.51 ).

Sahal bin Abdullah Tustari berkata : ” Seandainya seorang hamba diberikan pemahaman setiap huruf dari al Quran dengan seribu pemahaman, niscaya ia tidak akan pernah sampai pada makna akhir ayat yang tersimpan dalam kitabNya. Sebab ia adalah Kalamullah, sedang kalamNya adalah sifat bagiNya. Sebagaimana Allah tidak berakhir, maka demikian halnya tidak ada batas akhir untuk mermahami kalamNya, namun setiap orang memahami menurut ukuran apa yang telah Allah buka hatinya. Kalamullah bukanlah makhluk, pemahaman makhluk tidak akan pernah mencapai akhir dari pemahaman kalam-Nya. ( AlWaqidi, Muqadiman tafsir al basith, hal. 301)

Ibnu Abbas : Saya membaca surah al baqarah, surah Ali Imran, dengan mentadabbur ayat-ayatnya lebih baik daripada aku membaca sampai khatam tanpa mentadabbur ayat-ayatnya ” ( Ihya Ulumudin, jilid 1, hal.260 ),.

Persiapan hati dalam bertadabbur :

1. Sewaktu membaca Al Qur an, hendaklah hati kita benar-benar telah siap sedia untuk menerima , mendengarkan, menerima dan memahami maksud dan makna dari setiap ayat yang akan dibaca, dan kita yakin bahwa setiap kata dan kalimat serta ayat tersebut adalah petunjuk yang benar dari Allah untuk kebahagiaan hidup kita.

2. Sewaktu membaca Al Qur an kita harus yakin bahwa ayat-ayat Al qur an tersebut adalah petunjuk yang sangat sesuai dengan seluruh aspek kehidupan manusia baik masa dahulu, di masa sekarang dan di masa mendatang. Oleh karena itu setiap petunjuk tersebut adalah petunjuk yang paling tepat untuk menyelesaikan setiap problematika kehidupan.

3. Sewaktu membaca Al Qur an kita harus sadar dan mengakui serta meyakini akan kebenaran setiap ayat, maka kewajiban kita adalah memahami , menghayati dan mengamalkan perintah dan petunjuk dari ayat tersebut dalam setiap saat, sesuai dengan situasi dan kondisi serta kemampuan yang kita miliki.

4. Sewaktu membaca Al Qur an kita harus selalu berusaha untuk memperhatikan, memahami dan menghayati makna dan kandungan dari setiap ayat yang dibaca sehingga bacaan kita tersebut benar-benar dapat menyentuh perasaan dan hati nurani yang membaca.

Langkah-langkah pengantar tadabbur :

1. Pada saat berhadapan dengan Al Qur an, maka kita harus yakin dan percaya bahwa Al Qur an yang ada di hadapan kita adalah Kalam Allah, petunjuk dari Tuhan yang menciptakan alam semesta dan itu adalah perintah Tuhan yang harus dilaksanakan.

2. Bacalah Al Qur an hanya dengan niat untuk menerima bimbingan Allah, mendekatkan diri kepada-Nya dan mencari kebahagiaan hidup melalui rahmat dan lindungan-Nya

3. Sebelum membaca Al Qur an tanyalah pada diri kita sendiri : “ UNTUK APA SAYA MEMBACA AL QUR AN…? “ APA TUJUAN SAYA MEMBACA DAN TADARUS AL QUR AN..? “

4. Persiapkan diri secara terus menerus dan dengan penuh kesadaran untuk selalu siap sedia untuk melaksanakan setiap petunjuk, dan perintah serta anjuran yang terdapat dalam ayat-ayat yang akan dibaca .

5. Bacalah ayat-ayat Al Qur an dengan penuh rasa kesyukuran karena kita telah mendapat nikmat dan kesempatan untuk membaca petunjuk Tuhan , berdialog dengan Allah dan mendapat bimbingan dari-Nya.

6. Yakinlah dengan penuh kesadaran tanpa sedikitpun ada rasa keraguan dan rasa enggan untuk menerima setiap petunjuk, keterangan, informasi, ilmu pengetahuan dan bimbingan Al Qur an yang akan kita terima melalui ayat-ayat yang kita baca “

7. Upayakan agar sewaktu kita berhadapan dengan Kitab suci Al Qur an, kita benar-benar berniat untuk memperhatikan setiap kata dan kalimat dari ayat-ayat tersebut dan bersedia untuk melaksanakan segala sesuatu yang tertulis dari ayat-ayat yang kita baca tersebut.

8. Sewaktu membaca ayat-ayat Al Quran kita harus benar-benar siap sedia untuk merobah setiap tingkah laku, perbuatan, cara berpikir, dan cara hidup baik lahir maupun batin disesuaikan dengan apa yang dikehendaki dan diperintahkan oleh ayat-ayat Al Qur an “.

9. Sewaktu membaca kita sadar bahwa syetan dan iblis akan selalu berusaha menggoda dan mengganggu sehingga kita gagal untuk membaca dan memahami dengan baik. Oleh karena itu setiap memulai bacaan dan tadarus, kita segera memohon perlindungan dari Allah

10. Yakinlah bahwa Allah taala sepenuhnya akan melimpahkan rahmat-Nya diwaktu kita sedang membaca, maka di saat membaca tersebut sepatutnya kita selalu memanjatkan berdoa kepada-Nya semoga Dia senantiasa memberikan kekuatan dan pertolongan sehingga kepada kita dapat dan mampu mengikuti setiap petunjuk kebenaran yang datang melalui ayat-ayat Al Qur an yang sedang kita baca.

7 langkah menanamkan kesadaran untuk bertadabbur :

1. Katakan pada diri sendiri : “ Saya belum benar-benar membaca Al Qur an kecuali jika hati saya ikut berpartisipasi aktif untuk memahami makna yang terkandung di dalamnya sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah Subhana Wa taala “.

2. Katakan pada diri sendiri pada saat kita akan membaca : “ Saya sedang berada di hadapan Allah Taala, dan Dia pasti melihat segala gerak-gerik yang aku lakukan “

3. Katakan pada diri sendiri : “ Saya saat sekarang ini sedang mendengarkan kalimat-kalimat Allah, mendengar kalam Allah, petunjuk serta perintah dari Tuhan Yang memiliki segala kebenaran “.

4. Katakan pada diri sendiri : “ Sewaktu saya sedang membaca ayat-ayat Al Qur an, berarti Allah langsung sedang berbicara dengan diriku sendiri melalui ayat-ayat ini karena Al Qur an adalah wahyu yang diturunkannya kepada Rasul-Nya Nabi Muhammad saw “

5. Katakan pada diri sendiri : “ Setiap ayat, setiap kalimat, setiap perkataan, setiap petunjuk, setiap perintah dan larangan yang terdapat dalam ayat-ayat Al Qur an yang sedang kubaca ini , semuanya ditujukan kepada diriku sendiri “

6. Katakan pada diri sendiri : “ Sewaktu saya sedang membaca ayat-ayat Al Qur an , berarti saya sedang bercakap-cakap, berdialog dan berkomunikasi dengan Tuhan yang memiliki alam semesta, dengan Tuhan yang maha kuasa, Allah subhana wa taala. “

7. Katakan pada diri sendiri : “ Jika saya membaca , bertadarus , mempelajari dan memahami ayat-ayat Al Quran serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari maka Allah subhana wa taala pasti akan memberikan pahala, rahmat, ampunan, petunjuk, bimbingan dan lindungan-Nya bagi diriku sendiri sebagaimana yang telah dijanjikan melalui rasul Nya Nabi Muhammad saw. ”

Metode Tadabbur

1 .Bacalah, pelajari dan pahami ayat-ayat Al Qur an secara perlahan-lahan dan secara sedikit demi sedikit, berangsur-angsur mulai dari awal surah Al Fatihah sampai pada akhir surah Annas dengan cara membaca satru ayat demi satu ayat dengan terjemahannya masing-masing, sehingga diharapkan dengan cara ini kita dapat memahami ayat-ayat Al Qur an secara lughawiy, atau secara harfiyah.

2. Bacalah dan pelajari kembali ayat-ayat Al Qur an tersebut dari awal surat Al fatihah sampai akhir surah Annas sambil mempelajari penafsiran yang terkandung di dalamnya dari kitab-kitab tafsir yang ringkas dan singkat, sehingga diharapkan dengan upaya ini kita dapat memahami ayat demi ayat dengan lebih jelas lagi.

3. Pelajari kembali ayat-ayat Al Qur an tersebut secara tematik adengan cara mencari dan mengumpulkan ayat-ayat tyang saling berhubungan dalam satu permasalahan yang kita inginkan dari Al Qur an. Sebagai contoh,, jika kita ingin mencari tentang masalah “ manusia “, maka kita baca, teliti dan analisa setiap ayat yang membeicarakan tentang kehidupan manusia dari awal Al fatihah sampai akhir surah an nas. Ayat-ayat tersebut dikumpulkan , kemudian di dari ayat-ayat tersebut kita buat catatan – catatan penting tentang manusia sesuai dengan pemahaman kita dari ayat-ayat Al Qur an yang dibantu dengan terjemahan dan kitab-kitab tafsir.

4. Selain dengan cara tematik, kita dapat juga mengadakan kajian Al Qur an secara bagian per bagian, seperti kita mengkaji dan mendalami serta menganalisa ayat-ayat Al Qur an dari satu surah kepada satu surah yang lain; atau dari satu juz kepada juz yang lain,. Kemudian mencari hubungan antara satu surah dengan surah selanjutnya atau satu juz dengan juz berikutnya.

5. Bacalah kembali dan pelajari lagi ayat demi ayat kitab suci Al qur an secara menyeluruh dari awal surah Al fatihah sampai akhir Surah Annas dengan cara mengadakan analisa hubungan setiap kandungan ayat tersebut dengan kehidupan kita sehari-hari. Setelah membaca satu ayat, memikirkan makna secara harfiyah, kemudian mengadakan mengadakan analisa bagaimana mengamalkan ayat ini dalam kehidupan sehari-hari.

6. Pelajari bahasa Arab sebagai bahasa Al Qur an sehingga diharapkan kita lebih dapat memahami makna ayat-ayat tersebut langsung dari bahasa aslinya, bukan sekedar dari terjemahannya.

7. Untuk memperdalam kajian dan tadabbur, ada beberapa pertanyaan yang perlu dijawab sewaktu kita mengadakan tadabbur seperti :

- Apakah arti harfiyah dari ayat dan kalimat ini..?

- Arti apakah yang dapat ditunmbuh kembangkan selain dari arti harfiyah dari ayat ini..?

- Bagaimanakah sejarah dan sebab turunnya ( Asbaab Nuzul ) dari ayat tersebut..?

- Apakah hubungan antara kata dengan kata yang lain, antara satu ayat dengan ayat sebelum dan sesudahnya, antara satu surah dengan surah yang sebelum dan sesudahnya..?
- Apakah tujuan yang hendak dicapai oleh ayat tersebut..? bagaimanakah cara kita untuk mencapai tujuan tersebut..? dan apa hikmah di balik tujuan itu..?

- Apakah pembahasan utama ( tema sentral ) dari satu ayat atau satu surah dan bagaimanakah persoalan utama itu diuraikan dalam ayat atau surah tersebut..?

- Apakah peintah, anjuran , larangan dan bimbingan yang terkandung dalam ayat atau surah tersebut..?

- Apakah perintah, anjuran, larangan, bimbingan dari ayat demi ayat tersebut sudah saya lakukan selama ini..?

- Bagaimanakah cara melaksanakan setiap perintah, petunjuk, dan bimbingan yang terkandung dari makna ayat tersebut…?

- Apakah dari ayat tersebut ada perintah atau anjuran yang harus dilaksanakan secara berjamaah atau kolektif oleh masyarakat..?
- Apakah hikmah yang terkandung dari ayat tersebut bagi kehidupan pribadi , kehidupan berkeluarga dan kehidupan di masyarakat..?

8.Catatlah setiap pertanyaan yang berkembang dalam pemikiran sewaktu kita sedang mempelajari dan menelaah kandungan ayat-ayat tersebut, kemudian carilah jawaban pertanyaan yang telah kita catat tersebut di antara ayat-ayat Al Qur an yang akan kita baca selanjutnya.

9. Lengkapilah pengkajian ayat-ayat tersebut dengan beberapa buku bantuan seperti :
a. Kitab Terjemahan Al Qur an.
b. Tafsir Al Qur an yang ringkas dan jelas.
c. Lebih baik mempunyai kitab terjemahan atau kitab tafsir lebih dari satu sebagai bahan pertimbangan dalam memahami makna-makna ayat.
d. Kitab tafsir yang lebih luas dan mendalam serta lebih mendetail.
e. Kitab qamus Al Qur an atau kamus bahasa Arab.
f. Konkordansi Al Qur an

PERHATIAN !!
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengadakan tabaddur Al Qur an agar pengkajian kita dapat berhasil dengan baik.

1. Jangan membuat pertanyaan yang jawabannya di luar kemampuan akal pikiran seperti mempertanyakan tentang substansi Tuhan, makna Arsy, ayat-ayat mutasyabihaat (mempunyai banyak makna ) , dan lain sebagainya.

2. Jangan mencari-cari jawaban dari pertanyaan yang direka-reka atau pertanyaan yang dibuat-buat serta tidak sesuai dengan kehidupan sehari-hari.

3. Jangan mencoba untuk memberikan suatu jawaban yang tidak berlandaskan pada ilmu pengetahuan yang benar dan jelas serta berdasarkan pemikiran yang sehat.

4. Jika di suatu saat anda mendapatkan pertanyaan yang belum dapat di jawab atau tidak diketahui sama sekali akan jawabannya, maka catatlah pertanyaan tersebut kemudian lanjutkan terus mempelajari dan mengkaji ayat-ayat selanjutnya. Biasanya soalan yang tidak dapat dijawab tersebut nanti akan dijawab oleh pemahaman akan ayat-ayat selanjutnya.

5. Ingatlah bahwa dalam tadabbur Al Qur an diperlukan kesiapan diri untuk terus mengkaji dan mempelajari secara terus menerus dengan berbagai macam pendekatan seperti pendekatan harfiyah, pendekatan tematik dan lain sebagainya. Oleh karena itu diharapkan kita tidak merasa puas dengan melakukan satu pendekatan saja, atau kajian dari sartu aspek saja; tetapi kita lakukan pengkajian dari berbagai aspek, pendekatan dan perspektif.

6. Selalu mengadakan intropeksi diri dan evaluasi atas kemampuan diri dalam kajian tersebut sesuai dengan tingkatan pengetahuan dan wawasan serta tingkatan pemahaman.

7. Mengetahui dengan jelas setiap permasalahan yang akan dikaji dari ayat-ayat Al Qur an tersebut.

8. Jangan mencba untuk mengkaji dan menganalisa sesuatu permasalahan yang di luar kemampuan dan keterbatasan diri. Sebagai contoh :
a. Jika anda tidak mengetahui seluk beluk bahasa Arab, maka jangan sekali-kali berani mencoba menganalisa ayat-ayat melalui pendekatan tata bahasa Arab tetapi cukuplah dengan mengetahui makna ayat secara harfiyah.
b. Jika anda tidak mengetahui tentang sebab turunnya ayat ( asbab nuzul ) , perbedaan antara Perintah yang Khusus dan Perintah yang umum , antara ayat –ayat yang mansukh atau peraturan serta kaedah ushul fiqih, maka jangan sekali-kali menganalisa ayat-ayat yang berhubungan dengan hukum fiqih, atau mengadakan kritik terhadap pendapat ulama fiqih terdahulu hanya dengan berdasarkan pada pemahaman pribadi atas ayat-ayat tersebut.

9. Bila anda mendapatkan keraguan atas kesimpulan dan pendapat serta analisa pribadi, maka adakan studi perbandingan dengan pendapat yang lain, atau diskusikan dengan orang yang memiliki otoritas keilmuan yang lebih baik dalam memahami Al Qur an, sepetirti para ulama, serta mengkaji kitab tafsir yang lebih luas.

10. Dekatkan diri kepada Allah dengan melaksanakan shalat tahajud di tengah malam dan shalat istikharah jika mendapatkan beberapa analisa yang timbul dari kajian tersebut, sehingga kita selalu memohon petunjuk dan hidayah-nya atas segala pemahaman , analisa yang benar sebagaimana yang terkandung dalam ayat-ayat Al Qur an.

Ya Allah…..,kasihilah daku dengan Al Qur an, dan jadikanlah kitab Al Qur an ini sebagai pimpinan diriku, sebagai cahaya jiwaku, sebagai petunjuk hidupku , dan sebagai rahmat bagi kehidupanku

Ya Allah, ingatkanlah diriku jika aku lupa terhadap Al Quran , dan ajarilah daku jika aku bodoh dalam mempelajari maksud dan kandungan Al Qur an, dan berilah aku kekuatan dan kelapangan waktu sehingga aku dapat membaca, dan mengkajinya baik di tengah malam maupun di penghujung siang, dan jadikanlah Al Qur an sebagai pembela bagiku Ya Allah Tuhan bagi sekalian alam “.

Ya Allah jadikanlah al Qur an sebagai kawan kami di dalam dunia, dan teman penghibur di dalam kubur, dan penolong di hari kiamat, dan cahaya di atas jembatan Siratal Mustaqim, dan teman pengiring menuju syurga, dan benteng pelindung dari api neraka, dan sebagai penunjuk jalan, serta sebagai pemimpin dalam melaksanakan kebaikan, dengan berkah keutamaan dan kemuliaan-Mu, Wahai Tuhan Yang Maha Mulia, Yang Maha Agung, Yang Maha Pengampun, dan Yang Maha Pengasih “

Kuala Lumpur 24,April 2005.
(www.arifin_ismail@yahoo.com)

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s